Pemerintah Kota Solo batal membuka cpns 2015 hingga 2016

CPNS 2016.   Pemerintah Kota Solo batal membuka cpns 2015 hingga cpns 2016 mengacu pada keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) yang menunda membuka perekrutan hingga 2016 mendatang.  Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Solo, Lancer S. Naibaho ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Rabu (22/7/2015), menyayangkan hal itu. Menurutnya, pembatalan untuk membuka rekruitmen CPNS hingga cpns 2016 bakal berimbas pada beban kerja pegawai negeri sipil (PNS). Apalagi dikaitkan dengan jumlah kekurangan pegawai Pemkot.

Pemerintah Kota Solo batal membuka cpns 2015 hingga 2016

Dari laporan masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD), jumlah kekurangan pegawai dihitung berdasarkan beban kerja mencapai 2.000 orang. Kekosongan PNS rata-rata masih didominasi pada tenaga kesehatan dan guru.

“Laporan kekurangan pegawai sudah kami sampaikan ke Menpan dan RB. Tapi berhubung tahun ini tidak jadi dibuka perekrutan ya sudah,” kata Lancer.

Lancer mengatakan sebenarnya laporan tersebut sebagai bahan pengajuan permintaan mendapat jatah untuk membuka lowongan CPNS pada tahun ini. Di mana sesuai rencana sebelumnya Kemenpan dan RB akan membuka lowongan CPNS, Agustus mendatang. Namun batal dan diundur pada cpns 2016.

Pengunduran jadwal ini tentu berimbas pada jumlah kekurangan pegawai Pemkot yang kian bertambah. Setiap tahunnya jumlah pegawai pensiun mencapai 300 orang. Kondisi itu apabila tidak diisi akan semakin menambah beban kerja PNS. 2016, bahkan jumlah PNS yang pensiun mencapai 600 orang.

“Di Perubahan ini kita sebenarnya memasang Rp900 juta untuk membuka rekruitmen CPNS umum maupun tenaga honorer K2. Tapi Rp500 juta untuk rekruitmen umum didrop, tinggal Rp400 juta yang honorer saja,” kata dia.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan Pemkot tetap akan memperjuangkan nasib para tenaga honorer K2 yang tidak lolos tes seleksi CPNS 2013. Pemkot akan memprioritaskan para honorer untuk diangkat menjadi CPNS.

Saat ini Pemkot masih memiliki 509 honorer K2 yang nasibnya belum ada kejelasan. Namun tentunya, pengangkatan tenaga honorer K2 harus memenuhi persyaratan yang ada, seperti jenjang pendidikan, usia dan juga kebutuhan formasi.

“Jika nantinya ada peluang pendaftaran CPNS, saya lebih memilih merampungkan honorer dibandingkan mencari CPNS baru. Tenaga Honorer K2 kalau bisa tidak perlu dilakukan tes seleksi lagi,” pinta Rudy, sapaan akrabnya.

Salah satu warga Purnomo kecewa Pemkot batal membuka lowongan CPNS 2015 hingga cpns 2016. Apalagi ditunda hingga tahun depan. Menurutnya akan banyak warga yang kecewa karena harus menunggu hingga tahun depan. “Banyak yang berminat menjadi PNS. Kalau ditunda jelas bikin kami kecewa,” kata dia. Berkaitan penerimaan cpns 2016 akan diinfokan di web cpns ini.